Jumat, 16 Maret 2012

pelengkap busana

TERNYATA tusuk konde tak cuma pemanis sanggul saja. Konon, ada makna yang terkandung di baliknya yakni kandungan nilai-nilai filosofis budaya bangsa. Tak percaya? Yuk, simak!
Seperti diketahui, tusuk konde itu sudah ada berabad-abad lamanya. Alat yang umumnya digunakan sebagai penyanggakh sanggul dan juga perhiasan di sanggul. Dan, sanggul atau konde umumnya dipakai sebagai pelengkap berbusana daerah.
Keanekaragaman budaya bangsa Indonesia ternyata menghasilkan berbagai bentuk,desain, serta penggunaan bahan baku dalam pembuatan tusuk konde ini. Maka akan ditemui beragam tusuk konde yang mencirikan khas Indonesia.
IstimewaIstimewaJika dicermati secara detail, desain serta bentuk fisik sanggul atau konde di seluruh daerah memiliki ciri khas tersendiri. Sepeti tusuk konde ‘Sirkan’ yang dipakai di Jawa Barat, Jawa Timur dan Aceh. Perbedaan jelas terlihat dari bentuk dan motifnya. Dimana motif maupun bahan yang digunakan umumnya sesuai dengan budaya dan kondisi masyarakat setempat.
IstimewaIstimewaSaat ini, tusuk konde tak cuma dikenakan saat menghadiri upacara adat, tapi saat-saat tertentu seperti ulangtahun, arisan, maupun untuk acara-acara non formil lainnya. Dengan demikian peminatnya tak cuma kaum wanita usia tertentu atau dari kalangan tertentu saja tapi bisa dari kalangan tua maupun muda. Buktinya, beberapa remaja yang berambut panjang, acap mengenakan tusuk konde sebagai penghias rambutnya.
IstimewaSelaras dengan itulah, Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), terinspirasi untuk mengadakan pameran bertajuk Mutumanikam 2009 yang digelar di Jakarta. Tusuk konde yang akan dipamerkan merupakan koleksi dari para kolektor. Dengan acara ini diharap pemakaian tusuk konde akan meningkat sehingga produksi pun meloncak dan kondisi ini akab berakibat peningkatan ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut Ibu Ani Yudhoyono akan ikut pula memamerkan beberapa koleksinya. Diharap mampu menginspirasi para pengrajin atau siapapun untuk berkarya.
IstimewaIstimewa“Melalui acara ini diharap mampu mengangkat dan memperkenalkan salah satu filofis bangsa kepada dunia. Selain itu juga diharap dapat menjadi stimulan bagi para pengrajin mengingat keberadaan pengrajin tusuk konde makin sulit ditemui,” ujar Ny.Hatta Rajasa.
Padahal, bahan baku yang digunakan untuk memproduksi tusuk konde ini banyak menggunakan batu-batuan mulia dan bahan tambang yang melimpah ruah di kawasan nusantara. Selain itu, menampilkan juga ingin menampilkn para pengrajin Indonesia yang pastinya banyak di bumi ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar